Salam Biru
Selasa, 03 Oktober 2023
Senin, 02 Oktober 2023
BACAAN INJIL PEKAN BIASA XXVI
SENIN, 02 OKTOBER 2023 (Perayaan Santo Eleutherius, Santo Leodegar, Santo Modestus dari Sardinia dan Santo Warren.)
Sabtu, 30 September 2023
Kamis, 28 September 2023
BACAAN INJIL PEKAN BIASA XXV
KAMIS, 28 SEPTEMBER 2023 (Perayaan Santo Chi Zhuse, Santo Lorenzo Ruiz, Santo Wenseslaus, Para Martir China)
Rabu, 27 September 2023
BACAAN INJIL PEKAN BIASA XXV
RABU, 27 SEPTEMBER 2023 (Peringatan Beata Delphina, Santo Elzearius dan Santo Vinsensius de Paul)
Selasa, 26 September 2023
BACAAN INJIL PEKAN BIASA XXV
SELASA, 26 SEPTEMBER 2023 (Peringatan fakultatif Santo Kosmas dan Damianus, Santo Siprianus dan Yustina)
Senin, 25 September 2023
BACAAN INJIL PEKAN BIASA XXV
SENIN 25 SEPTEMBER 2023 (Peringatan Santo Sergius dan Santo Vinsensius Maria Strambi)
Sabtu, 23 September 2023
BACAAN INJIL PEKAN BIASA XXIV
SABTU 23 SEPTEMBER 2023 (Peringatan Wajib Santo Padre Pio dari Pietrelcina, Santo Linus dan Santa Tekla.)
Rabu, 22 April 2020
Cara Instal Keyboard Bahasa Jepang di PC
Hallo teman online semuaaaaa...!! >///<
Ada yang lagi tertarik sama Negara Jepang dan ingin mempelajari mengenai kebudayaan Jepang termasuk bahasanya? Nah, aku kasih tau tips supaya terbiasa dengan tulisan Jepang kalian bisa pake keyboard bahasa Jepang nih !! Mantap kaannn? Ehehehe...
Sebenarnya bahasa asing udah tersedia pada masing - masing PC kita tapi dalam keadaan terinstal. Nih, aku akan kasih tau ke teman - teman bagaimana langkah - langkah lengkap dengan gambarnya agar kamu bisa ubah keyboard kamu yang "bahasa Indonesia" menjadi "bahasa Jepang" !
Ikutin ya langkah - langkah dibawah berikut :
1. Buka menu "Start" kamu lalu pilih "Control Panel"
2. Maka akan muncul kotak dialog serpti gambar dibawah ini. Lalu pada kolom Clock, Language and Region pilih "Change keyboards or other input methods".
3. Kotak dialog berikutnya akan muncul seperti ini dan kamu hanya perlu klik kolom "Change keyboards"
4. Selanjutnya kamu klik tombol "add" pada kolom seperti gambar dibawah ini yaakk >///<
5. Nah setelah itu, kamu cari bahasa "Japanese" lalu klik pada kotak tambah yang berada di sebelah kiri untuk memunculkan pilihan bahasa Jepang yang ingin di instal. Kamu cukup pilih "Japanese dan Microsoft IME" dengan satu kali klik pada kolom kosong hingga muncul tanda centang seperti gambar dibawah.
Lalu klik OK yaaaaa :)
6. Next, pada kolom "Default Input Language" kamu pilih "Japanese (Japan) Microsoft IME" lalu klik OK !
Yeaayyy, selesai deehhh !!! (≧∇≦)
Tapi, untuk mulai mengetik ada 4 setting yang bisa kamu pilih sendiri mau yang mana seperti hiragana, katakana, half katakana, romaji dan half romaji.
Untuk mengetik huruf Hiragana, tekan ALT + ~
Untuk mengetik huruf Katakana, tekan ALT + CAPSLOCK
Untuk mengganti mode keyboard, tekan ALT + SHIFT
Untuk huruf Kanji ketik dulu kata yang ingin diubah menggunakan hiragana lalu tinggal tekan spasi maka hurufnya akan otomatis berubah menjadi Kanji
Oh iyaaa, cara ini juga bisa untuk bahasa yang lainnya yaaakkk!!
Untuk mencoba bekerja atau tidaknya cara ini, kamu bisa buka Ms. Office atau buka notepad dan ketikkan kata yang ingin kamu coba !!
Selamat mencobaaaa :)
Kamis, 15 Juni 2017
Makalah Biologi Perikanan
KOMPETISI
Oleh :
Putri Maria Yosefa Sibarani
150302050
III / B
BIOLOGI PERIKANAN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA
UTARA
2017
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan
rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kompetisi“. Makalah ini sebagai salah
satu pemenuhan tugas mata kuliah Biologi Perikanan.
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab mata kuliah Biologi
Perikanan Ibu Dr. Ani Suryanti, S.Pi, M.Si, Ibu Desrita S.Pi, M.Si dan Bapak
Indra Lesmana S.Pi, M.Si yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penulisan
makalah ini.
Demikian
penulis menyatakan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak
yang membutuhkan. Sekian dan terima kasih.
Medan,
Juni 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA PENGANTAR................................................................................................................ i
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ ii
Bab I. PENDAHULUAN
Latar
belakang................................................................................................................... 1
Tujuan
Penulisan............................................................................................................... 2
Manfaat Penulisan............................................................................................................. 2
Bab
II. Isi................................................................................................................................... 3
Bab III. PENUTUP
Kesimpulan....................................................................................................................... 5
Saran................................................................................................................................. 5
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembahasan ekologi tidak lepas dari
pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik
dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu, air, kelembaban, cahaya, dan
topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari
manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan
tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan
ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan
kesatuan Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan
kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda
tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Dengan model matematika
para ilmuwan juga dapat memprediksi kestabilan interaksi kedua spesies.
Kestabilan yang dimaksud adalah jumlah populasi tidak habis sehingga interaksi
tetap ada (Suzyanna, 2013).
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang
memiliki 17.504 pulau dengan panjang garis pantai 81.000 km dengan luas
perairan laut sekitar 5,8 juta km2 (75% dari wilayah Indonesia),
membentang pada garis khatulistiwa, menyebabkan Indonesia mempunyai sumberdaya
hayati yang sangat kaya dan beragam baik untuk wilayah darat maupun laut,
sehingga dikenal sebagai negara mega
biodiversity. Kekayaan hayati tersebut perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan
rakyat Indonesia (Karnila, 2011).
Air merupakan
suatu senyawa yang sangat dibutuhkan oleh semua mahluk hidup, baik itu sebagai
kebutuhan untuk metabolisme tubuh ataupun sebagai habitat. Berdasarkan
salinitasnya air secara garis besar dibedakan menjadi tiga, yaitu air tawar,
air payau, dan air asin (air laut). Sebagian besar mahluk hidup terutama yang
habitatnya di daratan sangat tergantung pada air tawar, sebagai
contoh yang paling nyata adalah manusia. Air yang mengalami siklus hidrologi
tertampung di alam suatu wadah (badan air) berfungsi sebagai tempat air
permukaan berkumpul yang akhirnya membentuk suatu peraturan. Perairan yang
berisi air tawar kita temukan di bagian permukaan bumi yang berupa daratan.
Perairan ini kita kenal istilah perairan umum. Walaupun ada pengertian yang
menyatakan bahwa perairan umum juga termasuk di dalamnya adalah laut. Namun,
ada juga yang mengistilahkan perairan yang terdapat di daratan sebagai perairan
pedalaman, hanya saja masih sedikit orang yang menggunakannya. Perairan umum
adalah bagian permukaan bumi yang secara permanen atau berkala digenangi air,
baik air tawar, air payau maupun air laut, mulai garis pasang surut laut
terendah ke arah daratan dan badan air tersebut terbentuk secara alami atau
buatan (Lasabuda, 2013).
Organisme hidup di dalam suatu ekosistem yang
didalamnya saling berinteraksi antar satu spesies dengan spesies lain.
Interaksi tersebut dapat berupa interaksi positif yang saling menguntungkan
dapat juga interaksi negatif seperti kompetisi. Kompetisi tumbuhan dalam
suatu spesies mampu di liat pada jarak antar tumbuhan, di mana sebenarnya
persaingan yang paling keras terjadi antara tumbuhan yang sama spesiesnya,
sehingga tegakan besar dari sepesies tunggal sangat jarang di temukan di alam.
Persaingan antar tumbuhan yang sejenis ini mempengaruhi pertumbuhannya karena pada
umumnya bersifat merugikan (Novanistati, 2001).
Tujuan
Penulisan
Tujuan
dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui pengertian kompetisi
2.
Untuk mengetahui pembagian kompetisi
3.
Untuk mengetahui jenis – jenis kompetisi
Manfaat Penulisan
Manfaat
penulisan ini adalah sebagai sumber informasi mengenai kompetisi yang terjadi
di perairan bagi pihak yang membutuhkan dan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah
Biologi Perikanan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian,
Universitas Sumatera Utara, Medan.
BAB II
ISI
Dalam artian yang luas persaingan
ditunjukan pada interaksi antara dua organisme yang memperebutkan sesuatu yang
sama. Persaingan ini dapat terjadi antara individu yang sejenis ataupun antara
individu yang berbeda jenis. Persaingan yang terjadi antara individu yang
sejenis disebut dengan persaingan intraspesifik sedangkan persaingan yang terjadi
antara individu yang berbeda jenisnya disebut sebagai persaingan interspesifik.
Persaingan yang terjadi antara organisme-organisme tersebut mempengaruhi
pertumbuhan dan hidupnya, dalam hal ini bersifat merugikan. Setiap organisme
yang berinteraksi akan di rugikan jika sumber daya alam menjadi terbatas
jumlahnya. Yang jadi penyebab terjadinya persaingan antara lain makanan atau
zat hara, sinar matahari, dan lain – lain (Wirakusumah, 2003).
Kompetisi merupakan
interaksi antara dua spesies yang mengakibatkan keduanya mengalami kerugian.
Kompetisi dikelompokkan menjadi dua yaitu kompetisi intraspesifik dan
interspesifik. Kompetisi intraspesifik yaitu kompetisi yang terjadi antar
anggota satu spesies, sedangkan kompetisi interspesifik yaitu kompetisi yang
terjadi antar anggota yang berbeda spesies. Beberapa spesies dapat hidup secara
berdampingan dalam sebuah komunitas yang sama selama mempunyai kebutuhan yang
berbeda. Kebutuhan ini akan terpenuhi apabila dalam keadaan sumberdaya
melimpah. Ketersediaan sumberdaya yang terbatas akan mengakibatkan persaingan. Spesies
yang akan memenangkan persaingan akan dapat bertahan hidup. Persaingan yang
terjadi antara lain mencari makan, tempat berlindung dan pasangan kawin
(Anendra, 2010).
Keberhasilan suatu spesies ikan ditentukan oleh kemampuan ikan
tersebut untuk bereproduksi dalam kondisi lingkungan yang berubah - ubah dan
kemampuan untuk mempertahankan populasinya. Setiap spesies ikan mempunyai
strategi reproduksi yang tersendiri sehingga dapat melakukan reproduksinya
dengan sukses. Fungsi reproduksi pada ikan pada dasarnya merupakan bagian dari
sistem reproduksi. Sistem reproduksi terdiri dari komponen kelenjar kelamin
atau gonad, dimana pada ikan betina disebut ovarium sedang pada jantan disebut
testis beserta salurannya (Rahardjo dkk., 2010).
Di
daerah tropis jumlah predator dan parasit lebih banyak lebih banyak dari pada
di daerah sub tropis, sehingga musuh alami tersebut sangat berperan dalam ikut
menurunkan jumlah kompetisi komposisi interspesifik diantara populasi mangsa.
Dengam menurunnya kompetisi, maka hal tersebut dapat mendorong penambahan
spesies mangsa baru karena diantara spesies mangsa tersebut terjadi
koeksistensi. Selain itu, penambahan predator baru kedalam sistem tersebut
semakin menambah tingkat keanekaragaman komunitas di daerah tropis
(Abdurrahman, 2008).
Ketersediaan sumberdaya makanan juga berinteraksi dengan faktor-faktor lingkungan lainnya
seperti suhu, dalam mempengaruhi pertumbuhan ikan secara musimam. Sebagai
contoh, pertumbuhan (penambahan panjang) populasi ikan Lepomis macrochirus pada
musim yang berbeda, pertumbuhan ikan yang cepat selama persediaan makanan
melimpah. Tingkat pertumbuhan yang cepat ketika makanan melimpah dimungkinkan
karena peningkatan suhu perairan. Di daerah tropik makanan merupakan faktor yang
lebih penting dari pada suhu perairan. Bila keadaan faktor-faktor lain normal,
ikan dengan makanan berlebih akan tumbuh lebih pesat. Untuk ikan satu keturunan
yang sukses dari satu pemijahan, pertamatama memerlukan makanan yang berukuran
sama. Anak ikan yang lemah dan tidak berhasil mendapatkan makanan akan mati sedangkan
yang kuat terus mencari makanan dan pertumbuhannya baik. Jumlah individu yang
terlalu banyak dalam perairan yang tidak sebanding dengan keadaan makanan akan
terjadi kompetisi terhadap makanan itu. Keberhasilan mendapatkan makanan akan
menentukan pertumbuhan (Wahyuningsih dan Barus, 2006).
Kompetisi intraspesifik
merupakan kompetisi yang muncul apabila jumlah pakan yang diberikan tidak
mencukupi ataupun faktor kondisi yang sudah tidak mendukung. Adanya penurunan
pertumbuhan larva dalam padat tebar yang tinggi mengakibatkan kompetisi dalam
perebutan makanan pun menjadi semakin tinggi. Ikan yang lemah atau berukuran
kecil pasti akan kalah saing dengan ikan yang lebih kuat dan berukuran lebih
besar (Priyadi dkk., 2010).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan dari penulisan
ini adalah sebagai berikut :
1.
Kompetisi merupakan interaksi antara dua spesies yang dilakukan
untuk memperoleh suatu kebutuhan yang sama akan sumberdaya yang bersifat
terbatas sehingga mengakibatkan keduanya mengalami kerugian.
2.
Kompetisi dibagi menjadi dua, yaitu kompetisi intraspesifik,
merupakan kompetisi yang terjadi antara spesies yang sama dan kompetisi
interspesifik, yaitu kompetisi yamg terjadi antara spesies yang berbeda.
3.
Jenis - jenis
kompetisi yaitu, memperebutkan wilayah kekuasaan, perebutan pakan, pasangan
untuk memijah dan lain sebagainya.
Saran
Saran untuk penulisan makalah
ini adalah agar penulis lebih memahami materi yang akan dibahas agar penulisan
dapat dilakukan dengan baik dan mudah untuk dipahami.
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman.
2008. Studi Keanekaragaman Serangga Pollinator pada Perkebunan Apel Organik dan
Anorganik. [Skripsi]. Universitas Islam Negeri, Malang.
Anendra, Y. C. 2010. Aktivitas Apis cerana Mencari Polen, Identifikasi Polen dan Kompetisi Menggunakan
Sumber Pakan Apis mellifera.m. Institut
Pertanian Bogor, Bogor.
Karnila, Rahman. 2011.
Pemanfaatan Komponen Bioaktif Teripang dalam Bidang Kesehatan. Universitas
Riau, Riau.
Lasabuda, R. 2013.
Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan dalam Perspektif Negara Kepulauan Republik
Indonesia. Jurnal Ilmiah Platax. Vol. I (2). ISSN: 2302-3589.
Novanistati, Y. 2001. Aspek Biologi Pertumbuhan,
Kebiasaan Makanan dan Reproduksi
Beberapa Jenis Ikan di Perairan Sekitar Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta
Utara. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Priyadi, A., R. Ginanjar, A. Permana dan J. Slembrouck.
2010. Tingkat Densitas Larva Botia (Chromobotia
macracanthus) dalam Satuan Volume Air pada Akuarium Sistem Resikulasi. Institute
Recherche Pour Le Developpment, Prancis.
Rahardjo, M. F., D. S.
Sjafei, R. Affandi dan Sulistino. 2010. Iktiology. Penerbit Lubuk Agung,
Bandung.
Suzyanna. 2013. Interaksi Antara Predator - Prey
dengan Faktor Pemanen Prey. Journal of Scientific Modeling & Computation.
Vol. 1 (1). ISSN 2303 – 0135.
Wahyuningsih, H. dan T. A. Barus. 2006. Buku Ajar
Iktiologi. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Wirakusumah, S. 2003.
Dasar - Dasar Ekologi bagi Populasi
dan Komunitas. UI-Press: Jakarta
Langganan:
Postingan (Atom)






